Sabtu, 16 Januari 2016

penelitian metode kualiitatif



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pendidikan pada hakikatnya adalah sebuah usaha dimana peserta didik diharapkan bisa menyelesaikan persoalan-persoalan dalam kehidupannya (syamsudin,2006). Tentu dengan harapan agar peserta didik dapat menjadi lebih baik serta dapat mengembangkan potensi dirinya, sehingga bermanfaat tidak hanya untuk lingkungan sekitarnya tetapi juga masyarakat secara luas yakni negara.
Dengan kata lain ilmu adalah hal terpenting yang harus dimiliki oleh manusia sebelum hal-hal yang lain. Karena dengan ilmu manusia akan lebih bermanfaat bagi lingkungan dan sesama. Dan oleh karena itu manusia pada akhirnya akan lebih tinggi derajatnya ketika memiliki ilmu tersebut karena segala yang ada didunia maupun akhirnya hanya bisa diketahui dengan ilmu.
Hal ini dapat dilihat pada undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional Bab ll pasal 3 sebagai berikut: pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemapuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman Kepada Tuhan Yang Maha Esa, mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Dengan munculnya hal tersebut dikeluarkan undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional bab lV pasal 10-11 yang menyatakan bahwa: pemerintah dan pemerintah daerah berhak mengarahkan, membimbing, membantu, dan menggawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan yang berlaku.(pasal 10). Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan pelayanan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga Negara tanpa diskriminasi.(pasal 11 ayat 1). Pemerintah dan pemerintah daerah wajib menjamin tersedianya dana guna terselenggaranya pendidikan bagi setiap warga Negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun.(pasal 11 ayat 2). Dengan adanya undang-undang tersebut maka jelas bawasanya harus ada keseimbangan wewenang dalam hal pengaturan untuk bagaimana kemudian menciptakan suatu tugas untuk menjamin terpenuhinya hak setiap warga Negara untuk mendapatkan pendidikan secara layak, seperti yang tertuang dalam undang-undang diatas.Untuk itu kemudian semua hal baik itu dari tingkat atas(pemerintah pusat) maupun dari tingkat bawah dalam hal ini adalah pemerintah daerah harus memberikan sebuah tanggung jawab yang seimbang.
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas, penulis mengagkat permasalahan yang dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.      Bagaimana pengaruh variabel Dukungan moral, Bantuan dana dan Kerja sama dari masyarakat terhadap variabel penyelenggaraan pendidikan?
2.      Bagaimana pengaruh variabel Dukungan moral, Bantuan dana dan Kerja sama dari masyarakat terhadap variabel penyelenggaraan pendidikan melalui variabel partisipasi masyarakat?
3.      Bagaimana pengaruh variabel partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan
C.    Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan permasalahan diatas, maka yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah:
  • 1Untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh variabel Dukungan moral untuk mensupport pelaksanaan kegiatan. Bantuan dana dan kerja sama untuk mensukseskan pelaksanaan kegiatan terhadap variabel penyelenggaraan pendidikan?
  • 2Untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh variabel Dukungan moral untuk mensupport pelaksanaan kegiatan.
  • 3Untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh variabel partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan?
D.    Manfaat Penelitian
  • Manfaat Teoritis
a.       Sebagai sumbangan untuk dijadikan pengetahuan terutama bagi Diknas agar dapat merespon dengan baik apa yang diharapkan masyarakat untuk meningkatkan penyelenggaraan pendidikan khususnya di Kabupaten.
b.      Sebagai bahan referensi penelitian selanjutnya yang memiliki tema yang relevan.
  • 2Manfaat Praktis
Penelitian ini dapat digunakan sebagai sarana untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh dan untuk menambah wawasan danpengetahuan peneliti.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.    Pembahasan Tentang Partisipasi Masyarakat
  • Pengertian Partisipasi
Partisipasi adalah proses aktif dan inisiatif yang muncul dari masyarakat serta akan terwujud sebagai suatu kegiatan nyata apabila terpenuhi oleh tiga faktor pendukungnya yaitu:(1) adanya kemauan, (2) adanya kemampuan, dan (3) adanya kesempatanuntuk berpartisipasi (Slamet, 1992). Menurut Ach. Wazir Ws., et al. (1999: 29) partisipasi bisa diartikan sebagai keterlibatan seseorang secara sadar ke dalam interaksi sosial dalam situasi tertentu.
Mikkelsen (1999: 64) membagi partisipasi menjadi 6 (enam) pengertian, yaitu:
a)      Partisipasi adalah kontribusi sukarela dari masyarakat kepada proyek tanpa ikut serta dalam pengambilan keputusan;
b)      Partisipasi adalah “pemekaan” (membuat peka) pihak masyarakat untuk meningkatkan kemauan menerima dan kemampuan untuk menanggapi proyek-proyek pembangunan;Partisipasi adalah keterlibatan sukarela oleh masyarakat dalam perubahan yang ditentukannya sendiri;
c)      Partisipasi adalah suatu proses yang aktif, yang mengandung arti bahwa orang atau kelompok yang terkait, mengambil inisiatif dan menggunakan kebebasannya untuk melakukan hal itu.
d)     Partisipasi adalah pemantapan dialog antara masyarakat setempat dengan para staf yang melakukan persiapan, pelaksanaan, monitoring proyek, agar supaya memperoleh informasi mengenai konteks lokal, dan dampak-dampak sosial;
e)      Partisipasi adalah keterlibatan masyarakat dalam pembangunan diri, kehidupan, dan lingkungan mereka
Ø  Tipe partisipasi Sekretariat Bina Desa (1999: 32-33) mengidentifikasikan partisipasi masyarakat menjadi 7 (tujuh) tipeberdasarkan karakteristiknya, yaitu:
ü  partisipasi pasif/manipulatif,
ü  partisipasi dengan cara memberikan informasi,
ü  partisipasi melalui konsultasi,
ü  partisipasi untuk insentif materil,
ü  partisipasi fungsional,
ü  partisipasi interaktif, dan self mobilization.
Ø  Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi
Angell (dalam Ross, 1967: 130) mengatakan partisipasi yang tumbuh dalam masyarakat dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecenderungan seseorang dalam berpartisipasi, yaitu:
ü  Usia
Faktor usia merupakan faktor yang mempengaruhi sikap seseorang terhadap kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang ada. Mereka dari kelompok usia menengah ke atas dengan keterikatan moral kepada nilai dan norma masyarakat yang lebih mantap
ü  Jenis kelamin.
Nilai yang cukup lama dominan dalam kultur berbagai bangsa mengatakan bahwa pada dasarnya tempat perempuan adalah “di dapur” yang berarti bahwa dalam banyak masyarakat peranan perempuan yang terutama adalah mengurus rumah tangga, akan tetapi semakin lama nilai peran perempuan tersebut telah bergeser dengan adanya gerakan emansipasi dan pendidikan perempuan yang semakin baik.
ü  Pendidikan
Dikatakan sebagai salah satu syarat mutlak untuk berpartisipasi.
ü  Pekerjaan dan penghasilan
Pekerjaan dan penghasilan yang baik dan mencukupi kebutuhan sehari-hari dapat mendorong seseorang untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan masyarakat..
ü  Lamanya tinggal
Lamanya seseorang tinggal dalam lingkungan tertentu dan pengalamannya berinteraksi dengan lingkungan tersebut akan berpengaruh pada partisipasi seseorang.
  • Pengertian Partisipasi Masyarakat
Partisipasi masyarakat menurut Isbandi (2007: 27) adalah keikutsertaan masyarakat dalam proses pengidentifikasian masalah dan potensi yang ada di masyarakat, pemilihan dan pengambilan keputusan tentang alternatif solusi untuk menangani masalah, pelaksanaan upaya mengatasi masalah, dan keterlibatan masyarakat dalam proses mengevaluasi perubahan yang terjadi.
Faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam suatu program juga dapat berasal dari unsur luar/lingkungan. Menurut Holil (1980: 10) ada 4 poin yang dapat mempengaruhi partisipasi masyarakat yang berasal dari luar/lingkungan, yaitu:
  • ü    Komunikasi yang intensif antara sesama warga masyarakat, antara warga masyarakat dengan pimpinannya serta antara sistem sosial di dalam masyarakat dengan sistem di luarnya.
  • ü   Iklim sosial, ekonomi, politik dan budaya, baik dalam kehidupan keluarga, pergaulan, permainan, sekolah maupun masyarakat dan bangsa yang menguntungkan bagi serta mendorong tumbuh dan berkembangnya partisipasi masyarakat;
  • ü   Kesempatan untuk berpartisipasi. Keadaan lingkungan serta proses dan struktur sosial, sistem nilai dan norma-norma yang memungkinkan dan mendorong terjadinya partisipasi sosial;Kebebasan untuk berprakarsa dan berkreasi. Lingkungan di dalam keluarga masyarakat atau lingkungan politik, sosial, budaya yang memungkinkan dan mendorong timbul dan berkembangnya prakarsa, gagasan, perseorangan atau kelompok.
  • ü   Tingkatan partisip
·         aksi masyarakat(dirinci dari partisipasi terendah ke tinggi).
·         Partisipasi serta dengan menggunakan jasa pelayanan yang tersedia.
·         Partisipasi serta dengan memberikan kontribusi dana, bahan, dan tenaga. Pada partisipasi jenis ini masyarakat berpartisipasi dalam perawatan dan pembangunan fisik sekolah dengan menyumbangkan dana, barang, atau tenaga.
·         Partisipasi serta secara pasif. Masyarakat dalam tingkatan ini menyetujui dan menerima apa yang diputuskan pihak sekolah (komite sekolah), misalnya komite sekolah memutuskan agar orang tua membayar iuran bagi anaknya yang bersekolah dan orang tua menerima keputusan itu dengan mematuhinya.
·         Partisipasi serta melalui adanya konsultasi. Pada tingkatan ini, orang tua datang ke sekolah untuk berkonsultasi tentang masalah pembelajaran yang dialami anaknya.
·         Partisipasi serta dalam pelayanan. Orang tua/masyakarat terlibat dalam kegiatan sekolah, misalnya orang tua ikut membantu sekolah ketika ada studi, pramuka, kegiatan keagamaan, dsb.
·         Partisipasi serta sebagai pelaksana kegiatan. Misalnya sekolah meminta orang tua/masyarakat untuk memberikan penyuluhan pentingnya pendidikan, masalah jender, gizi, dsb
B.     Pembahasan Mengenai Penyelenggaraan Pendidikan
1.      pengertian penyelenggaraan Kamus Bahasa Indonesia Lengkap 2007,548:549, penyelenggaraan berasal dari pada kata “selenggara” yang artinya menguras dan mengusahakan sesuatu (seperti memelihara dan merawat);melakukan atau melaksanakan (perintah, undang-undang, rencana dan sebagainya).“penyelenggaraan” yang maknanya, pemeliharaan, pemiaraan, proses, perbuatan, cara menyelenggarakan dalam berbagai-bagai arti(seperti pelaksanaan,penunaian).
2.      Pengertian Pendidikan
Dalam memelihara dan memberi latihan diperlukan adanya ajaran, dan kecerdasan pikiran. Menurut UU No.20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,  serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara
a. Unsur-unsur pendidikan
·         Subjek yang dibimbing (peserta didik).
·         Orang yang membimbing (pendidik)
·         Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif)
C.    Tujuan dan Proses Pendidikan
-          Tujuan pendidikan
Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar, dan indah untuk kehidupan.Pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dazn merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan.
-          Proses pendidikan
Proses pendidikan merupakan kegiatan mobilitas segenap komponen pendidikan oleh pendidik terarah kepada pencapaian tujuan pendidikan. Kualitas proses pendidikan mengelompokan pada dua segi, yaitu kualitaskomponen dan kualitas pengelolaannya. 

BAB III 
METODE PENELITIAN
A.    Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksplanatori yang menurut Singarimbun, Masri dan Efendi (1995: 5) diartikan sebagai suatu penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan kausal antara variabel yaitu penelitian variable-variabel melalui pengujian hipotesa.Walaupun uraiannya juga mengandung deskripsi, tetapi sebagai penelitian relational fokusnya terletak pada penjelasan hubungan antar variabel.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif.Prosesnya berawal dari teori, selanjutnya menggunakan logika deduktif diturunkan hipotesis penelitian yang disertai pengukuran dan operasionalisasi konsep, maka generalisasi empiris yang bersandar pada statistik sehingga dapat disimpulkan sebagai temuan penelitian.
1.      Konsep dan Variabel
a.      konsep
Menurut Singarimbun, Masri dan Efendi (1995: 34) konsep adalah abstraksi mengebai suatu fenomena yang dirumuskan atas dasar generalisasi dari sejumlah karakteristik kejadian, keadaan, kelompok atau individu tertentu. Setelah konsep dirumuskan, maka agar konsep tersebut dapat diteliti dengan lebih tepat maka harus dioperasionalkan dengan menjabarkan menjadi variabel-variabel tertentu.Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
-          Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam hal ini berkaitan dengan dukungan moral dan bantuan dana serta kerjasama pihak sekolah dengan masyarakat untuk memperlancar jalannya pendidikan.
-          Partisipasi adalah suatu proses yang aktif, yang mengandung arti bahwa orang atau kelompok yang terkait, mengambil inisiatif dan menggunakan kebebasannya untuk melakukan hal itu.
-          Penyelenggaraan adalah proses dalam pelaksanaan sesuatu kegiatan agar terlaksana.
b.      Variabel
Menurut Simamora (2005: 3), variabel adalah karakteristik, sifat, simbol atau atribut yang diukur, yang kepadanya diberi nilai. Didalam penelitian ini ekonomi dan sosial yang sering melibatkan variabel yang tidak dapat diukur secara langsung, yang disebut variabel laten atau unobservable. Pengukuran variabel laten menggunakan instrumen berupa kuesioner akan menghasilkan data dari setiap indikator atau data dari setiap item (Solimun, Nurjannah dan Rinaldo, 2006: 30). Terdapat 5 variabel laten yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu:
Dukungan moral, Bantuan dana, Kerja sama dari masyarakat, Partisipasi masyarakat dan Penyelenggaraan pendidikan. Dimana variabel-variabel ini kemudian dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu:
1.      Variabel bebas, dalah variabel yang diduga sebagai penyebab atau pendahulu variabel lain, meliputi:
·         Dukungan Moral (X1)
·         Bantuan Dana (X2)
·         Kerjasama dari masyarakat (X3)
2.      Variabel antara, Partisipasi masyarakat ( Z )
3.      Variabel terikat, adalh variabel yang diduga sebagai akibat atau yang dipengaruhi oleh variabel yang mendahuluinya, yaitu Penyelenggaraan Pendidikan ( Y ).

B.     Popoulasi dan Sampel
1.      Populasi
Populasi adalah jumlah keseluruhan dari unit analisa yang ciri-cirinya akan diduga ( Singarimbun, Masri, Efendi, 1995: 152). Menurut Sulistiyono (2005: 90), populasi diartikan sebagai wilayah generalisas yang terdiri dari obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.
2.      Sampel
Menurut Sugiarto (2001: 2), sampel adalah sebagian anggota dari populasi yang dipilih dengan menggunakan prosedur tertentu, sehingga diharapkan dapat mewakili populasi.
Pengambilan sampel adalah suatu proses yang dilakukan untuk memilih dan mengambil sampel secara benar dari suatu populasi, sehingga dapt digunakan sebagai wakil bagi populasi tersebut (Sugiarto, 2001: 4). Terkait erat dengan pengambilan sampel adalah metode yang dipergunakan untuk menyeleksi sejumlah individu dari populasi sehingga dapat menghasilakan sampel yang representatif.
3C. Sumber Data
Dalam setiap penelitian memerlukan data, baik sebagai bahan untuk deskripsi maupun untuk menguji hipotesis. Adapun data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri atas dua jenis yaitu:
1.            Data Primer, yaitu data yang diperoleh dari hasil peneletian langsung di lapangan atau langsung dari sumbernya, yang dalam hal ini adalah responden. Dalam penelitian ini, data primer diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada para responden
2.            Data Sekunder, yaitu data pendukung untuk melengkapi data primer. Data sekunder ini diperoleh dari wawancara saat penelitian berlangsung dan dokumen–dokumen yang berkaitan dengan permasalahan penelitian.

D.    Pengumpulan Data
1. Kuesioner
Kuisioner merupakan daftar yang berisi serangkaian pertanyaan tentang suatu hal atau suatu bidang.Metode ini dilakukan dengan memberikan sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan permasalahan penelitian kepada responden.
2.Wawancara
Wawancara merupakan proses memperoleh keterangan dengan cara mengadakan tanya jawab atau wawancara langsung dengan nara sumber atau pihak-pihak terkait, yaitu responden maupun pihak masyarakat Sekitar yang bertujuan untuk mendapatkan informasi terkait permasalahan dalam penelitian ini.

E.     Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian disini adalah tempat peneliti untuk mengumpulkan data dari responden dan mengungkap keadaan sebenarnya dari objek yang diteliti.
F.     Analisis Data
Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu menggunakan analisis deskriptif dan analisis jalur, alasan digunakannya analisis jalur, dikarenakan dalam penelitian ini peneliti akan menganalisis hubungan kausal antara variabel bebas dan variabel tergantung melaui variabel perantara, dengan tujuan untuk mengetahui adanya pengaruh baik secara langsung dan tidak langsung.
1.      Analisis Deskriptif
Analisis ini digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik penelitian dengan menggambarkan objek penelitian yang terdiri keadaan yang diresponden yang diteliti, serta item-item yang didistribusikan dari masing-masing variabel.
Ukuran deskriptif adalah dengan pemberian angka, baik dalam jumlah responden maupun dalam angka persentase.
Lampiran 1
KUESIONER PENELITIAN
Kepada
Yth. Saudara/ l responden
Masyarakat Dsn Surodadi, Kec. Tanjunganom, Kab. nganjuk
Dengan hormat,
Ditengah kesibukan saudara /i saat ini, perkenankan saya memohon bantuannya untuk meluangkan waktu sejenak guna mengisi daftar pertanyaan berikut ini.Jawaban dari saudara / i, saya butuhkan sebagai sarana untuk menyusun penelitian mata kuliah metode penelitian, jurusan Administrasi Publik, program S1 Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya malang dengan judul ”Pengaruh Partisipasi Masyarakat terhadap Penyelenggaraan Pendidikan”(studi di Madrasah Ibdidaiyah Hidayatul Munawarroh Kec. Tanjunganom , Kab. Nganjuk.)
Saya harapkan kesedian saudara / i untuk mengisi daftar pertanyaan tersebut sesuai keadaan sebenarnya.Keterbukaan saudara / i dalam memberikan informasi sangat saya hargai dan dijamin kerahasiaannya.
Atas perhatian dan partisipasi saudara / i, saya ucapkan terima kasih.

Hormat Saya,……………..
Petunjuk Pengisian: Berilah tanda Silang (x) pada masing-,masing jawaba
Petunjuk pengisian : Berilah Tanda Silang (x) pada masing-masing jawaban dari pertanyaan dibawah ini sesuai dengan penilaian anda.
Ø   IDENTITAS RESPONDEN
1.      Jenis Kelamin:
a.       Laki-laki
b.      Perempuan
2.      Berapa Usia Saudara/i
a.  17-21
b.25-35
c. 21-25
d.            Lebih dari 35 Tahun
Ø   KONSEP PARTISIPASI MASYARAKAT
Variabel Mengenai Dukungan Moral (X1)
1.      Menurut saudara bagaimana dukungan moral orang tua/wali terhadap pengembangan kualitas pendidikan yang di berikan oleh Madrasah?
a.       Sangat Memuaskan
b.      Cukup
c.       Kurang Memuaskan
d.      Tidak Ada
2.      Menurut Saudara apakah dukungan moral tersebut sudah di rasa cukup memuaskan atau belum?
a.       Sudah
b.      Cukup
c.       Kurang
d.      Tidak sama sekali
3.      Menurut saudara apakah dengan adaya dukungan moral dari masyarakat sudah dapat memperlancar kegiatan penyelenggaraan pendidikan?
a.       Sudah
b.      Cukup
c.       Kurang
d.      Tidak sama sekali Variabel Mengenai Bantuan Dana (X2)
4.      Menurut saudara apakah ketika diminta bantuan dana orang tua wali juga mau berkonstribusi dengan maksimal?
a.       Sangat berkonstribusi
b.      Cukup
c.       Kurang berkonstribusi
d.      Tidak sama sekali
5.      Menurut saudara apakah dana yang telah tersedia dari masyarakat sudah cukup untuk menunjang partisipasi pendidikan di Madrasah?
a.       Sangat cukup
b.      Cukup
c.       Belum cukup
d.      Tidak cukup sama sekali
6.      Menurut saudara apakah dana tersebut juga dialokasikan dengan tepat?
a.       Sudah tepat
b.      cukup tepat
c.       Kurang tepat
d.      Tidak tepat Kerjasama dari Masyarakat (X3)
7.      Menurut saudara apakah selama ini telah terjadi kerjasama yang baik antara pihak sekolah dengan masyarakat ?
a.       Iya
b.      Kurang tahu
c.       Tidak tahu
d.      Tidak tahu sama sekali

Ø  KONSEP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
Penyelenggaraan Pendidikan (Y)
1.      Menurut saudara bagaimana dengan kualitas penyelenggaraan pendidikan di lingkungan Madrasah?
a.       Memuaskan
b.      Tidak memuaskan sekali
c.       Sedang
d.      Tidak ada Jawaban
2.      Dengan serangkaian kegiatan-kegiatan yang berlangsung di lingkungan Madrasah apakah itu merupakan cermin sudah terselenggaranya pendidikan di lingkungan Madrasah itu dengan baik?
a.       Sudah
b.      Tidak tahu
c.       Belum
d.      Tidak ada jawaban.





BAB IV 
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
1.            Bagaimana pengaruh variabel Dukungan moral, Bantuan dana dan Kerja sama dari masyarakat terhadap variabel penyelenggaraan pendidikan?
2.            Bagaimana pengaruh variabel Dukungan moral, Bantuan dana dan Kerja sama dari masyarakat terhadap variabel penyelenggaraan pendidikan melalui variabel partisipasi masyarakat?
3.            Bagaimana pengaruh variabel partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan?
4.2. Saran
1.            Untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh variabel Dukungan moral untuk mensupport pelaksanaan kegiatan. Bantuan dana dan kerja sama untuk mensukseskan pelaksanaan kegiatan terhadap variabel penyelenggaraan pendidikan?
2.            Untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh variabel Dukungan moral untuk mensupport pelaksanaan kegiatan.
3.            Untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh variabel partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan?

Penelitian ini dapat digunakan sebagai sarana untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh dan untuk menambah wawasan dan pengetahuan peneliti.

DAFTAR PUSTAKA
Kaelan,H. 2002. Pendidikan Kewarganegaraan.Yogyakarta: Paradigma.
Koentjaraningrat. 1985. Persepsi tentang Kebudayaan Nasional. Dalam Alfian (Ed). Persepsi
Masyarakat Tentang Kebudayaan. Jakarta: Gramedia, halaman 99-141.
S.Daryanto.1997. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Surabaya:Appollo.
Sugiarto, 2001. Teknik Sampling. Jakarta: PT. Gramedia.
Sulistyono, 2005, Analisis Data. Bogor: Ghalia Indonesia.
(Sumber: Buku Paket Pelatihan Awal untuk Sekolah dan Masyarakat, Menciptakan Masyarakat
Bukit padjajaran69.wordpress.com Diakses Tanggal 27 Maret 2010
ejournal.unud.ac.id. Diakses Tanggal 27 Maret 2010
Enviroscope.iges.or.jp.Diakses Tanggal 27 Maret 2010
gurupembaharu.com/.../sistem-penjaminan-dan-peningkatan-mutu-pendidikan/ Diakses Tanggal 27 Maret 2010
wordskripsi.blogspot.com/kajian-tentang-partisipasi/.html. Diakses Tanggal 27 Maret 2010.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar