BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pendidikan pada hakikatnya adalah sebuah usaha dimana
peserta didik diharapkan bisa menyelesaikan persoalan-persoalan dalam
kehidupannya (syamsudin,2006). Tentu dengan harapan agar peserta didik dapat
menjadi lebih baik serta dapat mengembangkan potensi dirinya, sehingga
bermanfaat tidak hanya untuk lingkungan sekitarnya tetapi juga masyarakat
secara luas yakni negara.
Dengan kata lain ilmu adalah hal terpenting yang harus
dimiliki oleh manusia sebelum hal-hal yang lain. Karena dengan ilmu manusia
akan lebih bermanfaat bagi lingkungan dan sesama. Dan oleh karena itu manusia
pada akhirnya akan lebih tinggi derajatnya ketika memiliki ilmu tersebut karena
segala yang ada didunia maupun akhirnya hanya bisa diketahui dengan ilmu.
Hal ini dapat dilihat pada undang-undang Republik Indonesia
nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional Bab ll pasal 3 sebagai
berikut: pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemapuan dan membentuk watak
serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan
bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang beriman Kepada Tuhan Yang Maha Esa, mulia, sehat, berilmu, kreatif,
mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Dengan munculnya hal tersebut dikeluarkan undang-undang
nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional bab lV pasal 10-11 yang
menyatakan bahwa: pemerintah dan pemerintah daerah berhak mengarahkan,
membimbing, membantu, dan menggawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan
peraturan yang berlaku.(pasal 10). Pemerintah dan pemerintah daerah wajib
memberikan pelayanan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu
bagi setiap warga Negara tanpa diskriminasi.(pasal 11 ayat 1). Pemerintah dan
pemerintah daerah wajib menjamin tersedianya dana guna terselenggaranya
pendidikan bagi setiap warga Negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas
tahun.(pasal 11 ayat 2). Dengan adanya undang-undang tersebut maka jelas
bawasanya harus ada keseimbangan wewenang dalam hal pengaturan untuk bagaimana
kemudian menciptakan suatu tugas untuk menjamin terpenuhinya hak setiap warga
Negara untuk mendapatkan pendidikan secara layak, seperti yang tertuang dalam
undang-undang diatas.Untuk itu kemudian semua hal baik itu dari tingkat
atas(pemerintah pusat) maupun dari tingkat bawah dalam hal ini adalah
pemerintah daerah harus memberikan sebuah tanggung jawab yang seimbang.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas,
penulis mengagkat permasalahan yang dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.
Bagaimana pengaruh variabel Dukungan
moral, Bantuan dana dan Kerja sama dari masyarakat terhadap variabel penyelenggaraan
pendidikan?
2.
Bagaimana pengaruh variabel Dukungan
moral, Bantuan dana dan Kerja sama dari masyarakat terhadap variabel
penyelenggaraan pendidikan melalui variabel partisipasi masyarakat?
3.
Bagaimana pengaruh variabel partisipasi
masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan
C.
Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan permasalahan diatas, maka yang menjadi
tujuan dari penelitian ini adalah:
- 1Untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh variabel Dukungan moral untuk mensupport pelaksanaan kegiatan. Bantuan dana dan kerja sama untuk mensukseskan pelaksanaan kegiatan terhadap variabel penyelenggaraan pendidikan?
- 2Untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh variabel Dukungan moral untuk mensupport pelaksanaan kegiatan.
- 3Untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh variabel partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan?
D.
Manfaat Penelitian
- Manfaat Teoritis
a.
Sebagai sumbangan untuk dijadikan
pengetahuan terutama bagi Diknas agar dapat merespon dengan baik apa yang
diharapkan masyarakat untuk meningkatkan penyelenggaraan pendidikan khususnya
di Kabupaten.
b.
Sebagai bahan referensi penelitian
selanjutnya yang memiliki tema yang relevan.
- 2Manfaat Praktis
Penelitian
ini dapat digunakan sebagai sarana untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang telah
diperoleh dan untuk menambah wawasan danpengetahuan peneliti.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.
Pembahasan Tentang Partisipasi Masyarakat
- Pengertian Partisipasi
Partisipasi
adalah proses aktif dan inisiatif yang muncul dari masyarakat serta akan
terwujud sebagai suatu kegiatan nyata apabila terpenuhi oleh tiga faktor
pendukungnya yaitu:(1) adanya kemauan, (2) adanya kemampuan, dan (3) adanya
kesempatanuntuk berpartisipasi (Slamet, 1992). Menurut Ach. Wazir Ws., et al.
(1999: 29) partisipasi bisa diartikan sebagai keterlibatan seseorang secara
sadar ke dalam interaksi sosial dalam situasi tertentu.
Mikkelsen
(1999: 64) membagi partisipasi menjadi 6 (enam) pengertian, yaitu:
a)
Partisipasi adalah kontribusi sukarela
dari masyarakat kepada proyek tanpa ikut serta dalam pengambilan keputusan;
b)
Partisipasi adalah “pemekaan” (membuat
peka) pihak masyarakat untuk meningkatkan kemauan menerima dan kemampuan untuk
menanggapi proyek-proyek pembangunan;Partisipasi adalah keterlibatan sukarela
oleh masyarakat dalam perubahan yang ditentukannya sendiri;
c)
Partisipasi adalah suatu proses yang
aktif, yang mengandung arti bahwa orang atau kelompok yang terkait, mengambil
inisiatif dan menggunakan kebebasannya untuk melakukan hal itu.
d)
Partisipasi adalah pemantapan dialog
antara masyarakat setempat dengan para staf yang melakukan persiapan,
pelaksanaan, monitoring proyek, agar supaya memperoleh informasi mengenai
konteks lokal, dan dampak-dampak sosial;
e)
Partisipasi adalah keterlibatan
masyarakat dalam pembangunan diri, kehidupan, dan lingkungan mereka
Ø Tipe
partisipasi Sekretariat Bina Desa (1999: 32-33) mengidentifikasikan partisipasi
masyarakat menjadi 7 (tujuh) tipeberdasarkan karakteristiknya, yaitu:
ü partisipasi
pasif/manipulatif,
ü partisipasi
dengan cara memberikan informasi,
ü partisipasi
melalui konsultasi,
ü partisipasi
untuk insentif materil,
ü partisipasi
fungsional,
ü partisipasi
interaktif, dan self mobilization.
Ø Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Partisipasi
Angell (dalam Ross, 1967: 130) mengatakan partisipasi yang
tumbuh dalam masyarakat dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor-faktor yang
mempengaruhi kecenderungan seseorang dalam berpartisipasi, yaitu:
ü Usia
Faktor usia merupakan faktor yang mempengaruhi sikap
seseorang terhadap kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang ada. Mereka dari
kelompok usia menengah ke atas dengan keterikatan moral kepada nilai dan norma
masyarakat yang lebih mantap
ü Jenis
kelamin.
Nilai yang cukup lama dominan dalam kultur berbagai bangsa
mengatakan bahwa pada dasarnya tempat perempuan adalah “di dapur” yang berarti
bahwa dalam banyak masyarakat peranan perempuan yang terutama adalah mengurus
rumah tangga, akan tetapi semakin lama nilai peran perempuan tersebut telah
bergeser dengan adanya gerakan emansipasi dan pendidikan perempuan yang semakin
baik.
ü Pendidikan
Dikatakan sebagai salah satu syarat mutlak untuk
berpartisipasi.
ü Pekerjaan
dan penghasilan
Pekerjaan dan penghasilan yang baik dan mencukupi kebutuhan
sehari-hari dapat mendorong seseorang untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan
masyarakat..
ü Lamanya
tinggal
Lamanya seseorang tinggal dalam lingkungan tertentu dan
pengalamannya berinteraksi dengan lingkungan tersebut akan berpengaruh pada
partisipasi seseorang.
- Pengertian Partisipasi Masyarakat
Partisipasi
masyarakat menurut Isbandi (2007: 27) adalah keikutsertaan masyarakat dalam
proses pengidentifikasian masalah dan potensi yang ada di masyarakat, pemilihan
dan pengambilan keputusan tentang alternatif solusi untuk menangani masalah,
pelaksanaan upaya mengatasi masalah, dan keterlibatan masyarakat dalam proses
mengevaluasi perubahan yang terjadi.
Faktor
yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam suatu program juga dapat berasal
dari unsur luar/lingkungan. Menurut Holil (1980: 10) ada 4 poin yang dapat
mempengaruhi partisipasi masyarakat yang berasal dari luar/lingkungan, yaitu:
- ü Komunikasi yang intensif antara sesama warga masyarakat, antara warga masyarakat dengan pimpinannya serta antara sistem sosial di dalam masyarakat dengan sistem di luarnya.
- ü Iklim sosial, ekonomi, politik dan budaya, baik dalam kehidupan keluarga, pergaulan, permainan, sekolah maupun masyarakat dan bangsa yang menguntungkan bagi serta mendorong tumbuh dan berkembangnya partisipasi masyarakat;
- ü Kesempatan untuk berpartisipasi. Keadaan lingkungan serta proses dan struktur sosial, sistem nilai dan norma-norma yang memungkinkan dan mendorong terjadinya partisipasi sosial;Kebebasan untuk berprakarsa dan berkreasi. Lingkungan di dalam keluarga masyarakat atau lingkungan politik, sosial, budaya yang memungkinkan dan mendorong timbul dan berkembangnya prakarsa, gagasan, perseorangan atau kelompok.
- ü Tingkatan partisip
·
aksi masyarakat(dirinci dari partisipasi
terendah ke tinggi).
·
Partisipasi serta dengan menggunakan jasa
pelayanan yang tersedia.
·
Partisipasi serta dengan memberikan
kontribusi dana, bahan, dan tenaga. Pada partisipasi jenis ini masyarakat
berpartisipasi dalam perawatan dan pembangunan fisik sekolah dengan
menyumbangkan dana, barang, atau tenaga.
·
Partisipasi serta secara pasif.
Masyarakat dalam tingkatan ini menyetujui dan menerima apa yang diputuskan
pihak sekolah (komite sekolah), misalnya komite sekolah memutuskan agar orang
tua membayar iuran bagi anaknya yang bersekolah dan orang tua menerima keputusan
itu dengan mematuhinya.
·
Partisipasi serta melalui adanya
konsultasi. Pada tingkatan ini, orang tua datang ke sekolah untuk berkonsultasi
tentang masalah pembelajaran yang dialami anaknya.
·
Partisipasi serta dalam pelayanan. Orang
tua/masyakarat terlibat dalam kegiatan sekolah, misalnya orang tua ikut membantu
sekolah ketika ada studi, pramuka, kegiatan keagamaan, dsb.
·
Partisipasi serta sebagai pelaksana
kegiatan. Misalnya sekolah meminta orang tua/masyarakat untuk memberikan
penyuluhan pentingnya pendidikan, masalah jender, gizi, dsb
B.
Pembahasan Mengenai Penyelenggaraan Pendidikan
1.
pengertian penyelenggaraan Kamus Bahasa
Indonesia Lengkap 2007,548:549, penyelenggaraan berasal dari pada kata
“selenggara” yang artinya menguras dan mengusahakan sesuatu (seperti memelihara
dan merawat);melakukan atau melaksanakan (perintah, undang-undang, rencana dan
sebagainya).“penyelenggaraan” yang maknanya, pemeliharaan, pemiaraan, proses,
perbuatan, cara menyelenggarakan dalam berbagai-bagai arti(seperti
pelaksanaan,penunaian).
2.
Pengertian Pendidikan
Dalam memelihara dan memberi latihan diperlukan adanya
ajaran, dan kecerdasan pikiran. Menurut UU No.20 tahun 2003 tentang sistem
Pendidikan Nasional, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara
a. Unsur-unsur pendidikan
a. Unsur-unsur pendidikan
·
Subjek yang dibimbing (peserta didik).
·
Orang yang membimbing (pendidik)
·
Interaksi antara peserta didik dengan pendidik
(interaksi edukatif)
C.
Tujuan dan Proses Pendidikan
-
Tujuan pendidikan
Tujuan
pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar,
dan indah untuk kehidupan.Pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah
kepada segenap kegiatan pendidikan dazn merupakan sesuatu yang ingin dicapai
oleh segenap kegiatan pendidikan.
-
Proses pendidikan
Proses
pendidikan merupakan kegiatan mobilitas segenap komponen pendidikan oleh
pendidik terarah kepada pencapaian tujuan pendidikan. Kualitas proses
pendidikan mengelompokan pada dua segi, yaitu kualitaskomponen dan kualitas
pengelolaannya.
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
penelitian eksplanatori yang menurut Singarimbun, Masri dan Efendi (1995: 5)
diartikan sebagai suatu penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan
kausal antara variabel yaitu penelitian variable-variabel melalui pengujian
hipotesa.Walaupun uraiannya juga mengandung deskripsi, tetapi sebagai
penelitian relational fokusnya terletak pada penjelasan hubungan antar
variabel.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah
pendekatan kuantitatif.Prosesnya berawal dari teori, selanjutnya menggunakan
logika deduktif diturunkan hipotesis penelitian yang disertai pengukuran dan
operasionalisasi konsep, maka generalisasi empiris yang bersandar pada
statistik sehingga dapat disimpulkan sebagai temuan penelitian.
1.
Konsep dan Variabel
a.
konsep
Menurut Singarimbun, Masri dan Efendi (1995: 34) konsep
adalah abstraksi mengebai suatu fenomena yang dirumuskan atas dasar
generalisasi dari sejumlah karakteristik kejadian, keadaan, kelompok atau
individu tertentu. Setelah konsep dirumuskan, maka agar konsep tersebut dapat
diteliti dengan lebih tepat maka harus dioperasionalkan dengan menjabarkan menjadi
variabel-variabel tertentu.Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
-
Faktor-faktor yang mempengaruhi
partisipasi masyarakat dalam hal ini berkaitan dengan dukungan moral dan
bantuan dana serta kerjasama pihak sekolah dengan masyarakat untuk memperlancar
jalannya pendidikan.
-
Partisipasi adalah suatu proses yang
aktif, yang mengandung arti bahwa orang atau kelompok yang terkait, mengambil
inisiatif dan menggunakan kebebasannya untuk melakukan hal itu.
-
Penyelenggaraan adalah proses dalam
pelaksanaan sesuatu kegiatan agar terlaksana.
b.
Variabel
Menurut Simamora (2005: 3), variabel adalah karakteristik,
sifat, simbol atau atribut yang diukur, yang kepadanya diberi nilai. Didalam
penelitian ini ekonomi dan sosial yang sering melibatkan variabel yang tidak
dapat diukur secara langsung, yang disebut variabel laten atau unobservable.
Pengukuran variabel laten menggunakan instrumen berupa kuesioner akan
menghasilkan data dari setiap indikator atau data dari setiap item (Solimun,
Nurjannah dan Rinaldo, 2006: 30). Terdapat 5 variabel laten yang digunakan dalam
penelitian ini, yaitu:
Dukungan moral, Bantuan dana, Kerja sama dari masyarakat,
Partisipasi masyarakat dan Penyelenggaraan pendidikan. Dimana variabel-variabel
ini kemudian dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu:
1.
Variabel bebas, dalah variabel yang
diduga sebagai penyebab atau pendahulu variabel lain, meliputi:
·
Dukungan Moral (X1)
·
Bantuan Dana (X2)
·
Kerjasama dari masyarakat (X3)
2.
Variabel antara, Partisipasi masyarakat (
Z )
3.
Variabel terikat, adalh variabel yang
diduga sebagai akibat atau yang dipengaruhi oleh variabel yang mendahuluinya,
yaitu Penyelenggaraan Pendidikan ( Y ).
B.
Popoulasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi
adalah jumlah keseluruhan dari unit analisa yang ciri-cirinya akan diduga (
Singarimbun, Masri, Efendi, 1995: 152). Menurut Sulistiyono (2005: 90),
populasi diartikan sebagai wilayah generalisas yang terdiri dari obyek atau
subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh
peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.
2. Sampel
Menurut
Sugiarto (2001: 2), sampel adalah sebagian anggota dari populasi yang dipilih
dengan menggunakan prosedur tertentu, sehingga diharapkan dapat mewakili
populasi.
Pengambilan
sampel adalah suatu proses yang dilakukan untuk memilih dan mengambil sampel
secara benar dari suatu populasi, sehingga dapt digunakan sebagai wakil bagi
populasi tersebut (Sugiarto, 2001: 4). Terkait erat dengan pengambilan sampel
adalah metode yang dipergunakan untuk menyeleksi sejumlah individu dari
populasi sehingga dapat menghasilakan sampel yang representatif.
3C. Sumber Data
Dalam
setiap penelitian memerlukan data, baik sebagai bahan untuk deskripsi maupun
untuk menguji hipotesis. Adapun data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri
atas dua jenis yaitu:
1.
Data Primer, yaitu data yang diperoleh
dari hasil peneletian langsung di lapangan atau langsung dari sumbernya, yang
dalam hal ini adalah responden. Dalam penelitian ini, data primer diperoleh
melalui kuesioner yang disebarkan kepada para responden
2.
Data Sekunder, yaitu data pendukung untuk
melengkapi data primer. Data sekunder ini diperoleh dari wawancara saat
penelitian berlangsung dan dokumen–dokumen yang berkaitan dengan permasalahan
penelitian.
D.
Pengumpulan Data
1. Kuesioner
Kuisioner
merupakan daftar yang berisi serangkaian pertanyaan tentang suatu hal atau
suatu bidang.Metode ini dilakukan dengan memberikan sejumlah pertanyaan yang
berkaitan dengan permasalahan penelitian kepada responden.
2.Wawancara
Wawancara
merupakan proses memperoleh keterangan dengan cara mengadakan tanya jawab atau
wawancara langsung dengan nara sumber atau pihak-pihak terkait, yaitu responden
maupun pihak masyarakat Sekitar yang bertujuan untuk mendapatkan informasi
terkait permasalahan dalam penelitian ini.
E.
Lokasi Penelitian
Lokasi
penelitian disini adalah tempat peneliti untuk mengumpulkan data dari responden
dan mengungkap keadaan sebenarnya dari objek yang diteliti.
F.
Analisis Data
Adapun
analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu menggunakan analisis
deskriptif dan analisis jalur, alasan digunakannya analisis jalur, dikarenakan
dalam penelitian ini peneliti akan menganalisis hubungan kausal antara variabel
bebas dan variabel tergantung melaui variabel perantara, dengan tujuan untuk
mengetahui adanya pengaruh baik secara langsung dan tidak langsung.
1.
Analisis Deskriptif
Analisis ini digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik
penelitian dengan menggambarkan objek penelitian yang terdiri keadaan yang
diresponden yang diteliti, serta item-item yang didistribusikan dari masing-masing
variabel.
Ukuran deskriptif adalah dengan pemberian angka, baik dalam
jumlah responden maupun dalam angka persentase.
Lampiran
1
KUESIONER PENELITIAN
Kepada
Yth. Saudara/ l responden
Masyarakat Dsn Surodadi, Kec.
Tanjunganom, Kab. nganjuk
Dengan hormat,
Ditengah
kesibukan saudara /i saat ini, perkenankan saya memohon bantuannya untuk
meluangkan waktu sejenak guna mengisi daftar pertanyaan berikut ini.Jawaban
dari saudara / i, saya butuhkan sebagai sarana untuk menyusun penelitian mata
kuliah metode penelitian, jurusan Administrasi Publik, program S1 Fakultas Ilmu
Administrasi Universitas Brawijaya malang dengan judul ”Pengaruh Partisipasi
Masyarakat terhadap Penyelenggaraan Pendidikan”(studi di Madrasah Ibdidaiyah
Hidayatul Munawarroh Kec. Tanjunganom , Kab. Nganjuk.)
Saya
harapkan kesedian saudara / i untuk mengisi daftar pertanyaan tersebut sesuai
keadaan sebenarnya.Keterbukaan saudara / i dalam memberikan informasi sangat
saya hargai dan dijamin kerahasiaannya.
Atas
perhatian dan partisipasi saudara / i, saya ucapkan terima kasih.
Hormat Saya,……………..
Petunjuk
Pengisian: Berilah tanda Silang (x) pada masing-,masing jawaba
Petunjuk pengisian : Berilah Tanda Silang (x) pada masing-masing jawaban dari pertanyaan dibawah ini sesuai dengan penilaian anda.
Petunjuk pengisian : Berilah Tanda Silang (x) pada masing-masing jawaban dari pertanyaan dibawah ini sesuai dengan penilaian anda.
Ø IDENTITAS
RESPONDEN
1.
Jenis Kelamin:
a.
Laki-laki
b.
Perempuan
2.
Berapa Usia Saudara/i
a. 17-21
b.25-35
c. 21-25
d.
Lebih dari 35 Tahun
Ø KONSEP PARTISIPASI
MASYARAKAT
Variabel
Mengenai Dukungan Moral (X1)
1.
Menurut saudara bagaimana dukungan moral
orang tua/wali terhadap pengembangan kualitas pendidikan yang di berikan oleh
Madrasah?
a.
Sangat Memuaskan
b.
Cukup
c.
Kurang Memuaskan
d.
Tidak Ada
2.
Menurut Saudara apakah dukungan moral
tersebut sudah di rasa cukup memuaskan atau belum?
a.
Sudah
b.
Cukup
c.
Kurang
d.
Tidak sama sekali
3.
Menurut saudara apakah dengan adaya
dukungan moral dari masyarakat sudah dapat memperlancar kegiatan
penyelenggaraan pendidikan?
a.
Sudah
b.
Cukup
c.
Kurang
d.
Tidak sama sekali Variabel Mengenai
Bantuan Dana (X2)
4.
Menurut saudara apakah ketika diminta
bantuan dana orang tua wali juga mau berkonstribusi dengan maksimal?
a.
Sangat berkonstribusi
b.
Cukup
c.
Kurang berkonstribusi
d.
Tidak sama sekali
5.
Menurut saudara apakah dana yang telah
tersedia dari masyarakat sudah cukup untuk menunjang partisipasi pendidikan di
Madrasah?
a.
Sangat cukup
b.
Cukup
c.
Belum cukup
d.
Tidak cukup sama sekali
6.
Menurut saudara apakah dana tersebut juga
dialokasikan dengan tepat?
a.
Sudah tepat
b.
cukup tepat
c.
Kurang tepat
d.
Tidak tepat Kerjasama dari Masyarakat
(X3)
7.
Menurut saudara apakah selama ini telah
terjadi kerjasama yang baik antara pihak sekolah dengan masyarakat ?
a.
Iya
b.
Kurang tahu
c.
Tidak tahu
d.
Tidak tahu sama sekali
Ø KONSEP PENYELENGGARAAN
PENDIDIKAN
Penyelenggaraan Pendidikan (Y)
1.
Menurut saudara bagaimana dengan kualitas
penyelenggaraan pendidikan di lingkungan Madrasah?
a.
Memuaskan
b.
Tidak memuaskan sekali
c.
Sedang
d.
Tidak ada Jawaban
2.
Dengan serangkaian kegiatan-kegiatan yang
berlangsung di lingkungan Madrasah apakah itu merupakan cermin sudah
terselenggaranya pendidikan di lingkungan Madrasah itu dengan baik?
a.
Sudah
b.
Tidak tahu
c.
Belum
d.
Tidak ada jawaban.
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
1.
Bagaimana pengaruh variabel Dukungan
moral, Bantuan dana dan Kerja sama dari masyarakat terhadap variabel penyelenggaraan
pendidikan?
2.
Bagaimana pengaruh variabel Dukungan
moral, Bantuan dana dan Kerja sama dari masyarakat terhadap variabel
penyelenggaraan pendidikan melalui variabel partisipasi masyarakat?
3.
Bagaimana pengaruh variabel partisipasi
masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan?
4.2. Saran
1.
Untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh
variabel Dukungan moral untuk mensupport pelaksanaan kegiatan. Bantuan dana dan
kerja sama untuk mensukseskan pelaksanaan kegiatan terhadap variabel
penyelenggaraan pendidikan?
2.
Untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh
variabel Dukungan moral untuk mensupport pelaksanaan kegiatan.
3.
Untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh
variabel partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan?
Penelitian
ini dapat digunakan sebagai sarana untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang telah
diperoleh dan untuk menambah wawasan dan pengetahuan peneliti.
DAFTAR PUSTAKA
Kaelan,H. 2002. Pendidikan
Kewarganegaraan.Yogyakarta: Paradigma.
Koentjaraningrat. 1985. Persepsi tentang
Kebudayaan Nasional. Dalam Alfian (Ed). Persepsi
Masyarakat
Tentang Kebudayaan. Jakarta: Gramedia, halaman 99-141.
S.Daryanto.1997. Kamus Besar Bahasa
Indonesia. Surabaya:Appollo.
Sugiarto, 2001. Teknik Sampling. Jakarta:
PT. Gramedia.
Sulistyono, 2005, Analisis Data. Bogor:
Ghalia Indonesia.
(Sumber:
Buku Paket Pelatihan Awal untuk Sekolah dan Masyarakat, Menciptakan Masyarakat
Bukit
padjajaran69.wordpress.com Diakses Tanggal 27 Maret 2010
ejournal.unud.ac.id.
Diakses Tanggal 27 Maret 2010
Enviroscope.iges.or.jp.Diakses Tanggal 27
Maret 2010
gurupembaharu.com/.../sistem-penjaminan-dan-peningkatan-mutu-pendidikan/
Diakses Tanggal 27 Maret 2010
wordskripsi.blogspot.com/kajian-tentang-partisipasi/.html.
Diakses Tanggal 27 Maret 2010.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar